Recent twitter entries...

Semeru's Family

0
Kali ini aku pengen cerita tentang Keluarga Besar baruku.. Apakah itu benar-benar keluarga yang besar? I think that's :)

Semeru Teknik.. Dari nama itu cerita ini dimulai. Sekitar 3 minggu yang lalu, aku tercatat dalam Kartu Keluarga Semeru (bukan gunung Semeru loh ya). Meski statusku bukanlah sebagai anak kandung, tapi disini aku diperlakuin sama dengan anak kandungnya. Dengan umur jagung itu, aku bener-bener dipapah untuk bisa berjalan sendiri. Kalo istilah jawanya sampe' bisa "cul-culan".
Istana ST ini besaar banget loh guys. Kendaraannya banyak + besar-besar juga. Ga heran kan kalo di awal aku bilang ini Keluarga Besar hhe Penghuninya juga banyak, tapi kalo ini ga besar semua kok, buktinya ada aku yang kecil :p
Intinya disini aku seneng banget! Kemaren udah mulai akrab sama banyak penghuninya yang lebih dulu ada. Dan kemaren juga aku dapet sesuatu untuk beli permen sekarung hhe Entah sampai kapan, moga aja betah ya tinggal di Semeru.

06122012-SemeruTeknikSurabaya-admin

Dewasa (?)

0
Seperti yang aku pernah bilang di facebook, "setiap orang melalui proses pendewasaan dengan waktu dan cara yang berbeda". Kenapa bilang gitu? karena sekarang aku merasa sedang mengalami proses pendewasaan itu sendiri, meski sebenernya aku belum berani meyakinkan diri bahwa aku 'harus' menjadi dewasa.
Penekanan kata 'harus' diatas, karena banyak remaja yang berpendapat bahwa menjadi dewasa itu "tidak enak". Banyak masalah, banyak pikiran, tapi jangan sampe' banyak hutang ya hhe Untuk itu, meski mungkin nanti akan jadi tidak enak, kita harus menjadi dewasa.
Lalu bagaimana dengan pendapat orang dewasa sendiri? Mereka lebih suka memberi nasehat. Adakalanya diri kita yang sekarang rindu akan diri kita pada 5-10 tahun yang lalu. Tapi, rindu yang seperti ini akan susah diobati. Jadi orang dewasa lebih suka menasehati agar kita kelak menjadi orang dewasa yang baik. ini ngomong apaan sih zaa? -,- hha
Entahlah, aku sendiri bingung. Disatu sisi aku kangen masa remajaku saat kumpul bareng temen-temen, hangout bareng, dll. Tapi disisi lain aku tetep meyakinkan diriku sendiri kalo aku sekarang telah ada dibalik layar itu, dengan posisi 90 derajat, penuh kehati-hatian, bersiap untuk tekanan, untuk menghilangkan senyum kekhawatirannya. Aku belum berpikir untuk kedepannya nanti, hanya menjalani yang ada sekarang. Apa yang seperti itu baik? Aku harap tidak seberapa bermasalah.


Diberdayakan oleh Blogger.

me in Twitter

me in Instagram

Instagram

Pengikut