Recent twitter entries...

Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan

Inspiring : Layang-layang

0





     Langit di sore ini terlihat penuh oleh awan. Anginnya bagus untuk bermain layang-layang, dan adikku memanfaatkannya. Dia terlihat asik dengan benang dan layang itu.

     Aku hanya bisa mengamatinya, Karena menerbangkannya sendiri aku tak bisa. Kuamati bagaimana cara dia membawanya lebih tinggi ke langit.
     Dengan bantuan angin, ia tarik ulur talinya hingga cukup tinggi. Namun masih harus lebih tinggi lagi. Terus ia tarik, ulur, tarik lagi, dan ulur lagi. Saat aku merasakan hembus angin yang cukup kencang, saat itu juga aku mendengar sedikit jerit kecewanya, “Ah! Benangnya pedhot(baca: putus)”. Mataku segera berlari mencari arah layang yang putus dari benangnya tersebut. Dia melayang dilangit sendiri, bergerak ke kanan, lalu kiri, mengikuti arahan angin. Dan menghilang dibalik pohon kasia kuning.

     Hal ini menginspirasiku akan suatu hubungan sepasang kekasih. Jangan membawa seseorang terlalu tinggi, karena jika benar begitu, maka ia akan menjadi sulit kau raih. Apalagi jika tertiup angin kencang dan menggoyahkan benang hingga putus, nanti kau kecewa..bahkan mungkin menyesal.
     Cukup sekali-kali kau tarik dan ulur. Biarkan dia terbang disekitarmu, dimana jika angin menjatuhkannya kau bisa mengejar arah jatuhnya.

Dan bukankah lebih indah jika kita bisa melihat jelas bagaimana ia menari dengan angin? ^^



Inspiring : Sandal Jepit

0

Senja kemarin, aku pergi ke warung dekat masjid untuk membeli sepasang sandal. Ada banyak ukuran disana, namun hanya beberapa warna yang aku suka. Ditengah perjalanan mataku memilih, langsung  tertuju pada sepasang berwarna orange. Dan aku memilihnya.

Si Penjual membolehkan aku tuk mencoba. Setelah ku coba di kaki kanan, ujungnya pas bertemu tumitku. Pres. Melihat itu, si Penjual menawarkan ukuran 1 tingkat diatas agar aku nyaman memakainya. Namun untuk ukuran 1 tingkat diatas itu tak ada warna orange. Aku tetap pada pilihanku. Ditambah alasan hanya dipakai didalam ruang, jadi tidak masalah. Akhirnya deal. Aku membelinya.

Sesampainya dirumah, aku mencobanya lagi (kali ini dengan kedua kakiku). Aku coba jalan maju-mundur. Ternyata yang di kaki kiri panjangnya masih kalah dengan yang di kaki kanan. Terlalu kecil. Benar Penjual itu. Seharusnya aku pilih yang lebih besar meski itu bukan warna yang aku ingin.


Benar. Apa yang kita senangi, apa yang kita anggap baik, belum tentu Allah senang. Belum tentu baik untuk kita menurut Allah.

Untung ini hanya sandal. Untung si Penjual mengijinkanku untuk menukarnya. Jika ini hidup, jika Allah tidak memberi kita kesempatan untuk menukarnya dengan yang lebih baik? Subhanallah....

Diberdayakan oleh Blogger.

me in Twitter

me in Instagram

Instagram

Pengikut